Tuhan Belum selesai dengan hidup mu
Hidup belum berubah, masalah belum selesai, dan jalan terasa berat.
Sering kali kita bertanya, “Di mana Tuhan saat aku dalam kesesakan?”
Mazmur 138:7–8 mengingatkan kita bahwa kesesakan bukan tanda Tuhan meninggalkan kita.
Justru di tengah kesesakan, Tuhan sedang mempertahankan hidup kita dan menyelesaikan rencana-Nya.
Renungan ini mengajak kita untuk percaya:
Tuhan belum selesai dengan hidupmu.
Selama Tuhan masih bekerja, hidup kita belum berakhir.
Transctipt:
(Mazmur 138:7–8)
Saudara-saudari,pernahkah kita bertanya dalam hidup ini:
“Tuhan, sebenarnya Engkau ada di mana?”
Pertanyaan itu biasanya muncul bukan saat hidup baik-baik saja, tetapi justru ketika kita berada dalam kesesakan—saat doa terasa hampa, jalan terasa buntu, dan kekuatan hampir habis.
Mazmur 138 ditulis Daud bukan ketika hidupnya tanpa masalah, tetapi justru dari pengalaman berjalan dalam kesesakan.
Namun dari sanalah lahir satu pengakuan iman yang sangat kuat:
“Tuhan belum selesai dengan hidupku.”
1. Kesesakan Hidup Bukan Tanda Ketidakhadiran Tuhan (ayat 7)
Daud berkata:
“Sekalipun aku berjalan dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku.”
Perhatikan baik-baik:
Daud tidak berkata kesesakan itu hilang. Ia berkata, aku masih berjalan di dalamnya.
Artinya:
masalah belum selesai, tekanan masih ada, situasi belum berubah,
Namun Daud yakin satu hal:
👉 Tuhan ada di tengah kesesakan itu. Sering kali kita berpikir:
kalau hidup sulit, Tuhan pasti jauh, kalau doa belum dijawab, Tuhan pasti diam. Mazmur ini mengoreksi cara berpikir kita. Kesesakan bukan bukti Tuhan meninggalkan kita, melainkan tempat Tuhan mempertahankan hidup kita.
Daud berkata, “Engkau menghidupkan aku.”
Bukan berarti Daud hampir mati secara fisik, tetapi hidupnya—iman, harapan, dan kekuatannya—tidak dibiarkan padam.
Saudara-saudari, kalau hari ini kita masih bisa bertahan, masih bisa berdoa meski dengan air mata, masih bisa datang kepada Tuhan meski lemah—itu tanda bahwa Tuhan sedang bekerja, meskipun kita belum keluar dari kesesakan.
👉 Kesesakan bukan untuk menghancurkan hidup kita, tetapi sering kali menjadi bukti bahwa Tuhan belum selesai dengan hidup kita.
2. Tuhan Menyelesaikan Rencana-Nya, Bukan Meninggalkan Karya-Nya (ayat 8).
Daud melanjutkan:
“TUHAN akan menyelesaikannya bagiku… janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu.”
Ini bukan kalimat sombong, ini bukan tuntutan kepada Tuhan, melainkan pengakuan iman.
Daud percaya:
hidupnya adalah perbuatan tangan Tuhan, Tuhan tidak pernah meninggalkan karya-Nya di tengah jalan. Apa yang Tuhan mulai, Tuhan juga yang menuntaskan
Perhatikan:
Daud tidak berkata “aku akan menyelesaikannya”, tetapi “TUHAN akan menyelesaikannya bagiku.”
Artinya:
bukan kekuatan Daud, bukan kepintaran Daud, bukan situasi yang menentukan akhir hidupnya
👉 tetapi kesetiaan Tuhan.
Sering kali kita putus asa karena hidup belum sesuai harapan.
Padahal Alkitab mengajarkan:
Tuhan tidak selalu menyelesaikan hidup kita sesuai jadwal kita, tetapi Ia selalu menyelesaikan hidup kita sesuai rencana-Nya.
Penutup – Aplikasi untuk Kita Semua
Saudara-saudari,
jika hari ini hidup Anda masih bergumul, jika masalah belum selesai, jika doa belum terjawab seperti yang diharapkan—ingatlah satu kebenaran ini:
Selama Tuhan masih mempertahankan hidup kita, itu berarti Tuhan belum selesai dengan hidup kita. Mungkin Tuhan belum mengangkat kesesakan kita, tetapi Ia sedang menjaga agar kita tidak hancur di dalamnya.
Mungkin jalan belum jelas, tetapi tangan Tuhan belum dilepaskan dari hidup kita.
Mari kita belajar berkata seperti Daud:
“Tuhan, janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu.”
Dan percaya dengan iman:
Tuhan belum selesai dengan hidupku. Dan karena itu, hidupku belum berakhir.
Amin.
0 Komentar:
Posting Komentar